Minggu, 25 Januari 2015
...
Mom : Siapapun pilihanmu, bagaimanapun caramu. Berbahagialah. Tolong,
berbahagialah. Angkat kepalamu, dan tatap dengan penuh kepastian apa
yang ada didepan sana. Jika kamu tetap itik lalu dia pergi hanya karena
tahu kenyataan itu, tenang saja. Masih ada yang lebih lagi di luar sana
untukmu dan tidak akan pernah habis.
Minggu, 18 Januari 2015
3900.
Halo, semesta!
Hari ini berjalan seperti biasa. Tidak tau aku yang merasa biasa aja atau orang-orang yang biasa atau aku yang berbeda. Entah.
Sebenarnya, aku pengen hore-hore diluar, sama temen-temen dan orang lain, mau bernyanyi atau meminum sebotol beer dan disertai tawa renyah dari mereka. Namun, kusisihkan semua itu. Kuurungkan niatku untuk bahagia dengan cara itu.
Beberapa menit telah kurebahkan tubuh ini dikasur yang empuk, sembari melepas lelahku hari itu.
Kulirik tas kulit berwarna coklat, kotor, berdebu, dan jahitannya sudah sedikit rusak. Sengaja aku bongkar semua. Isinya biasa aja; charger hand phone, alat make up, parfume, dan satu barang yang paling vital; dompet!
Dompet coklat yang terbuat dari kulit, peninggalan dari nenekku itu; kuambil dan kubuka pelan-pelan karena aku takut dompet itu rusak. Aku keluarkan isinya; beberapa lembar nota, ktp, foto-foto, dan uang.
Sengaja kukeluarkan uang itu dan kuhitung.
'3ribu9ratusrupiah'
Uangku hanya tinggal 1 lembar 2ribu Dan beberapa keping receh yang totalnya ada 1900rupiah.
Entah kenapa pada saat itu aku gak begitu mikir dengan keadaan dompetku yang makin lama makin kurus.
Tak ada pula kegelisahan bagaimana membeli eyeliner, parfume, dan teman-temannya dengan uang yang jumlahnya hanya 3ribu9ratusrupiah.
Kumasukan kembali uangku itu kedalam dompet; dan tersenyum seakan tak ada beban.
Memang! Bagiku uang bukan segalanya, uang bukan sumber kebahagiaan.
Disini aku punya Ayah, Ibu, Kakakku, Sahabatku, Kekasihku. Mereka bisa jadi sumber bahagiaku.
Bahagialah aku, Bahagialah kamu, Bahagialah dia, Bahagialah kita, Bahagialah mereka, Bahagialah Semesta!
Hari ini berjalan seperti biasa. Tidak tau aku yang merasa biasa aja atau orang-orang yang biasa atau aku yang berbeda. Entah.
Sebenarnya, aku pengen hore-hore diluar, sama temen-temen dan orang lain, mau bernyanyi atau meminum sebotol beer dan disertai tawa renyah dari mereka. Namun, kusisihkan semua itu. Kuurungkan niatku untuk bahagia dengan cara itu.
Beberapa menit telah kurebahkan tubuh ini dikasur yang empuk, sembari melepas lelahku hari itu.
Kulirik tas kulit berwarna coklat, kotor, berdebu, dan jahitannya sudah sedikit rusak. Sengaja aku bongkar semua. Isinya biasa aja; charger hand phone, alat make up, parfume, dan satu barang yang paling vital; dompet!
Dompet coklat yang terbuat dari kulit, peninggalan dari nenekku itu; kuambil dan kubuka pelan-pelan karena aku takut dompet itu rusak. Aku keluarkan isinya; beberapa lembar nota, ktp, foto-foto, dan uang.
Sengaja kukeluarkan uang itu dan kuhitung.
'3ribu9ratusrupiah'
Uangku hanya tinggal 1 lembar 2ribu Dan beberapa keping receh yang totalnya ada 1900rupiah.
Entah kenapa pada saat itu aku gak begitu mikir dengan keadaan dompetku yang makin lama makin kurus.
Tak ada pula kegelisahan bagaimana membeli eyeliner, parfume, dan teman-temannya dengan uang yang jumlahnya hanya 3ribu9ratusrupiah.
Kumasukan kembali uangku itu kedalam dompet; dan tersenyum seakan tak ada beban.
Memang! Bagiku uang bukan segalanya, uang bukan sumber kebahagiaan.
Disini aku punya Ayah, Ibu, Kakakku, Sahabatku, Kekasihku. Mereka bisa jadi sumber bahagiaku.
Bahagialah aku, Bahagialah kamu, Bahagialah dia, Bahagialah kita, Bahagialah mereka, Bahagialah Semesta!
Jumat, 16 Januari 2015
daddy!
Halo, semesta!
Terimakasih karena hari ini berjalan seperti biasa.
Tidak! Hari ini sama sekali tidak berjalan seperti biasa.
Rutinitas yang berjalan baru seminggu terkesan monoton. Tak ada hiburan dan hore-hore.
Hari ini,
Jumat, 14 Desember 2014. Hari bagi orang bekerja pulang pagi dan hore-hore bersama keluarga. Namun tidak bagiku, bagi seorang pelajar yang akan menghadapi ujian manis didepan mata demi meraih cita.
Hari ini kujalani dengan berangkat pagi, pulang siang, ditambah dengan beberapa tambahan pelajaran, serta jadwal bimbingan belajar. Aku pulang jam 6 sore.
Aku parkirkan motorku didepan garasi. Sengaja tak kumasukkan karena tak ingin motorku berada dipojok.
Kulepas sepatuku dan kulangkahkan kakiku menuju ruang tengah. Kulewati pula kamar daddy dan mommy; kulihat daddy sedang tertidur pulas karena aku tau Ia lelah bekerja seharian. Hanya beberapa detik saja aku melihat daddy. Lalu kuteruskan langkahku ke kamarku; dimana ada sticker Spongebob Squarepants banyak menempel disana.
Kubuka perlahan dan kuhidupkan lampunya. Taraa!! Kamar menjadi terang dan lampu-lampu natal menghiasi kamarku.
Tanpa berfikir panjang, kulepas tas berat dan jaketku lalu lompat ke ranjang. Aaahhh!
Kupandangi langit-langit kamar dan kubayangkan apa saja yang aku lakukan hari ini. Lalu kuraih handphone jadulku, dan melihat kotak masuk. Tak ada pesan singkat dari pacarku yang sekarang berada diluar kota sana. Mungkin ia sedang sibuk dengan wanita barunya. Biarlah.
Beberapa menit kemudian, kudengar langkah kaki Daddy menuju kamarku. Karena aku capek, aku pura-pura tidur dan tidak mendengarkan Daddy memanggil namaku.
Tak lama, Daddy keluar kamar dan pergi.
Aku bangun dari tidurku dan kucari Daddy, tapi ia tidak ada dirumah. Maka kuputuskan untuk kembali tidur.
"Sayang! Bangun! Mandi ya. Terus ini Daddy beli pisang goreng. Kamu capek kan? Dimakan ya!"
Suara daddy! Kupikir Daddy tak peduli. Tapi ia!! Aaaaaaa love you Dad! Dalam lelahmu, kau masih bisa memberi cintamu! I love you so much more!
Terimakasih karena hari ini berjalan seperti biasa.
Tidak! Hari ini sama sekali tidak berjalan seperti biasa.
Rutinitas yang berjalan baru seminggu terkesan monoton. Tak ada hiburan dan hore-hore.
Hari ini,
Jumat, 14 Desember 2014. Hari bagi orang bekerja pulang pagi dan hore-hore bersama keluarga. Namun tidak bagiku, bagi seorang pelajar yang akan menghadapi ujian manis didepan mata demi meraih cita.
Hari ini kujalani dengan berangkat pagi, pulang siang, ditambah dengan beberapa tambahan pelajaran, serta jadwal bimbingan belajar. Aku pulang jam 6 sore.
Aku parkirkan motorku didepan garasi. Sengaja tak kumasukkan karena tak ingin motorku berada dipojok.
Kulepas sepatuku dan kulangkahkan kakiku menuju ruang tengah. Kulewati pula kamar daddy dan mommy; kulihat daddy sedang tertidur pulas karena aku tau Ia lelah bekerja seharian. Hanya beberapa detik saja aku melihat daddy. Lalu kuteruskan langkahku ke kamarku; dimana ada sticker Spongebob Squarepants banyak menempel disana.
Kubuka perlahan dan kuhidupkan lampunya. Taraa!! Kamar menjadi terang dan lampu-lampu natal menghiasi kamarku.
Tanpa berfikir panjang, kulepas tas berat dan jaketku lalu lompat ke ranjang. Aaahhh!
Kupandangi langit-langit kamar dan kubayangkan apa saja yang aku lakukan hari ini. Lalu kuraih handphone jadulku, dan melihat kotak masuk. Tak ada pesan singkat dari pacarku yang sekarang berada diluar kota sana. Mungkin ia sedang sibuk dengan wanita barunya. Biarlah.
Beberapa menit kemudian, kudengar langkah kaki Daddy menuju kamarku. Karena aku capek, aku pura-pura tidur dan tidak mendengarkan Daddy memanggil namaku.
Tak lama, Daddy keluar kamar dan pergi.
Aku bangun dari tidurku dan kucari Daddy, tapi ia tidak ada dirumah. Maka kuputuskan untuk kembali tidur.
"Sayang! Bangun! Mandi ya. Terus ini Daddy beli pisang goreng. Kamu capek kan? Dimakan ya!"
Suara daddy! Kupikir Daddy tak peduli. Tapi ia!! Aaaaaaa love you Dad! Dalam lelahmu, kau masih bisa memberi cintamu! I love you so much more!
Minggu, 11 Januari 2015
halo kamu, aku, kita, dia, dan semesta!
Ini tulisan pertamaku.Ya mungkin beberapa orang akan bilang aku telat banget untuk bikin blog ini.
Tapi ga penting juga sih ya!
Sebenernya banyak banget tulisan yang pengen banget aku tulis,
tapi keiinginan untuk bikin blog baru muncul sekarang.
Kalau kamu suka, silahkan nikmati.
Kalau tidak, maaf mungkin seleramu dan seleraku berbeda.
Selamat terjun dalam semesta!
Salam manis,
Grace dan Semesta.
Langganan:
Komentar (Atom)
2017 yang baru
2015. terakhir kali aku menyentuh blog ini. Semesta! terimakasih karena memberiku kesempatan menulis apapun disini. aku harap kita tida...
-
halo kamu, aku, kita, dia, dan semesta! Ini tulisan pertamaku. Ya mungkin beberapa orang akan bilang aku telat banget untuk bikin blog...
-
Mom : Siapapun pilihanmu, bagaimanapun caramu. Berbahagialah. Tolong, berbahagialah. Angkat kepalamu, dan tatap dengan penuh kepastian apa ...
-
Halo, semesta! Terimakasih karena hari ini berjalan seperti biasa. Tidak! Hari ini sama sekali tidak berjalan seperti biasa. Rutinitas ...