Halo, semesta!
Hari ini berjalan seperti biasa. Tidak tau aku yang merasa biasa aja atau orang-orang yang biasa atau aku yang berbeda. Entah.
Sebenarnya, aku pengen hore-hore diluar, sama temen-temen dan orang lain, mau bernyanyi atau meminum sebotol beer dan disertai tawa renyah dari mereka. Namun, kusisihkan semua itu. Kuurungkan niatku untuk bahagia dengan cara itu.
Beberapa menit telah kurebahkan tubuh ini dikasur yang empuk, sembari melepas lelahku hari itu.
Kulirik tas kulit berwarna coklat, kotor, berdebu, dan jahitannya sudah sedikit rusak. Sengaja aku bongkar semua. Isinya biasa aja; charger hand phone, alat make up, parfume, dan satu barang yang paling vital; dompet!
Dompet coklat yang terbuat dari kulit, peninggalan dari nenekku itu; kuambil dan kubuka pelan-pelan karena aku takut dompet itu rusak. Aku keluarkan isinya; beberapa lembar nota, ktp, foto-foto, dan uang.
Sengaja kukeluarkan uang itu dan kuhitung.
'3ribu9ratusrupiah'
Uangku hanya tinggal 1 lembar 2ribu Dan beberapa keping receh yang totalnya ada 1900rupiah.
Entah kenapa pada saat itu aku gak begitu mikir dengan keadaan dompetku yang makin lama makin kurus.
Tak ada pula kegelisahan bagaimana membeli eyeliner, parfume, dan teman-temannya dengan uang yang jumlahnya hanya 3ribu9ratusrupiah.
Kumasukan kembali uangku itu kedalam dompet; dan tersenyum seakan tak ada beban.
Memang! Bagiku uang bukan segalanya, uang bukan sumber kebahagiaan.
Disini aku punya Ayah, Ibu, Kakakku, Sahabatku, Kekasihku. Mereka bisa jadi sumber bahagiaku.
Bahagialah aku, Bahagialah kamu, Bahagialah dia, Bahagialah kita, Bahagialah mereka, Bahagialah Semesta!
Minggu, 18 Januari 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
2017 yang baru
2015. terakhir kali aku menyentuh blog ini. Semesta! terimakasih karena memberiku kesempatan menulis apapun disini. aku harap kita tida...
-
halo kamu, aku, kita, dia, dan semesta! Ini tulisan pertamaku. Ya mungkin beberapa orang akan bilang aku telat banget untuk bikin blog...
-
Mom : Siapapun pilihanmu, bagaimanapun caramu. Berbahagialah. Tolong, berbahagialah. Angkat kepalamu, dan tatap dengan penuh kepastian apa ...
-
Halo, semesta! Terimakasih karena hari ini berjalan seperti biasa. Tidak! Hari ini sama sekali tidak berjalan seperti biasa. Rutinitas ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar