"Semandiri apapun perempuan. Meski kemana-kemana sudah berani sendiri. Pulang larut malam berani. Membuat perjalanan jauh dengan percaya diri. Mendaki, bermain air, atau hal-hal bahaya lain. Dalam satu masa, akan ada perasaan ingin dilindungi.
Sekuat apapun dia, secara fitrahnya ia ingin dilindungi. Ingin menggantungkan diri pada sesuatu yang menurutnya lebih kuat. Bukan karena perempuan lemah, bukan pula karena dia tidak bisa. Tapi lebih kepada perasaannya sendiri. Ada rasa nyaman ketika dilindungi. Ada rasa nyaman ketika diperhatikan."
-kata seorang teman, Margareta Reni K.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
2017 yang baru
2015. terakhir kali aku menyentuh blog ini. Semesta! terimakasih karena memberiku kesempatan menulis apapun disini. aku harap kita tida...
-
halo kamu, aku, kita, dia, dan semesta! Ini tulisan pertamaku. Ya mungkin beberapa orang akan bilang aku telat banget untuk bikin blog...
-
Mom : Siapapun pilihanmu, bagaimanapun caramu. Berbahagialah. Tolong, berbahagialah. Angkat kepalamu, dan tatap dengan penuh kepastian apa ...
-
Halo, semesta! Terimakasih karena hari ini berjalan seperti biasa. Tidak! Hari ini sama sekali tidak berjalan seperti biasa. Rutinitas ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar