8 Oktober 1956.
Entah saat itu pagi, siang atau malam, aku tidak tahu karena
aku sama sekali tidak pernah menanyakannya pada uti maupun kakung. Yang aku tau
dan satu-satunya hal yang cuma mau aku tau adalah hari itu adalah hari dimana
seorang yang kuat dan pemberani telah lahir. Ya, Papa. Papaku. Yang pasti uti
kakung beserta pakde dan bude bahagia saat itu. Siapa ga bahagia sih kalau
anaknya lahir hahaha
Hari ini, ditanggal yang sama, 8 Oktober 2017. Dimana seharusnya Papa, merayakan ulang tahun sama mama mba ellen mba celin aku dan
kanaya. Tapi ternyata kita harus ngerayainnya jauh-jauhan,Pa. gapapa.
Masih inget
ga, Pa? kalau kita jauh, hati kita selalu deket hahaha cie banget ya Pa!
Biasanya ya kita ngapain sih, Pa? bebek goreng? Atau mungkin
nasi padang? Oh my God, makanan favoritmu memaksaku untuk menyukainya yang
jadinya aku cinta sama mereka!
Masih dengan pertanyaan yang sama lho, Pa. disana ada gak
sih bebek goreng? Atau setidaknya nasi padang dan kikil beserta antek-anteknya
itu?
Jangan lah Papa bilang kalau bosen makan tahu tempe. Aku percaya kok,
kulkas milik Tuhan itu gede, iya kan? Pasti disana banyak pilihan makanan!
Hahaha harusnya ini jadi gong ulang tahun keluarga kita,
tapi yaudah deh, adek cuma bisa berdoa buat Papa. Semoga kado dari Tuhan selalu
indah ya Pa.
Selamat Ulang Tahun, my Love my Dad.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar